UNAIR   JOURNAL   EMAIL   ALUMNI   POSS   AKREDITASI   BLOG   EPAPER

Fakultas Kedokteran Gigi

Universitas Airlangga

.: Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga menyediakan full akses jurnal kedokteran gigi di portal ejurnal, silahkan kunjungi website resmi http://fkg.unair.ac.id :.

Account Dosen

User :
Pass :

BERITA

Pemilihan Rektor Universitas Airlangga

Posted 08-03-2010 by HUMAS Unai

Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Airlangga semakin dekat. Inilah Pilrek pertama Unair dalam era Badan Hukum Milik Negara (BHMN). Karena itu, semua tata cara pemilihan akan disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah No 30 Tahun 2006 tentang Penetapan Universitas Airlangga sebagai Badan Hukum Milik Negara. Menurut Ketua Senat Akademik Unair Prof. Sam Suharto, dr., Sp.M., ada perbedaan pilrek di era Unair BHMN ini, yaitu pada prosedur dan kriteria calon.

Pada semua perguruan tinggi yang berstatus BHMN, termasuk Unair, posisi rektor adalah seperti CEO sebuah perusahaan. Artinya, rektor diharapkan memiliki kemampuan akademis, manajerial, dan leadership yang tinggi, serta wajib melakukan pekerjaannya berdasarkan prinsip-prinsip yang disepakati, termasuk akuntabilitas dan tranparansi. Syarat lain yang harus dipenuhi oleh para calon rektor nantinya adalah kewajiban untuk mempertahankan capaian dan melanjutkan pekerjaan yang sudah dimulai pada era kepemimpinan sebelumnya.

Pilrek yang sudah akan dimulai pada awal Maret 2010 ini diselenggarakan melalui tahap seleksi dan eleksi. Jika dulu rektor langsung dipilih tanpa melalui seleksi, sekarang Senat ditugaskan oleh Majelis Wali Amanat (MWA) untuk menyeleksi para calon rektor. Dari semua calon yang mendaftar, akan dilakukan seleksi sehingga pada akhirnya jumlah mengerucut menjadi tiga orang calon terbaik. Setelah itu, barulah MWA yang akan memilih rektor sesuai ketentuan PP No 30 tahun 2006, dimana MWA memiliki kewenangan untuk memilih, mengangkat, dan memberhentikan rektor.

“MWA memilih rektor bukan berdasarkan voting atau suara terbanyak, tapi atas dasar penilaian yang diperoleh setiap calon pada tahap seleksi sesuai garis yang sudah ditetapkan MWA,” jelas Prof. Sam. Dengan cara ini, maka proses pemilihan rektor juga akan berjalan lebih cepat, karena tidak harus menunggu keputusan presiden. Artinya, rektor terpilih akan dapat melakukan tugasnya lebih cepat.

MWA dan Senat Akademik Unair membuka kesempatan selebar-lebarnya bagi siapapun yang ingin mendaftar menjadi rektor Unair, termasuk mereka yang berasal dari luar Unair. Semua calon harus memenuhi persyaratan dan kriteria yang sudah ditetapkan oleh MWA, termasuk beriman dan bertaqwa, memahami visi, misi, dan tujuan universitas, memiliki integritas pribadi dan kemampuan akademik, mempunyai kemampuan manajemen dan kewirausahaan, serta memiliki riwayat hidup yang baik dan berprestasi.

Yang penting adalah persyaratan akademik, dimana calon rektor harus sudah menempuh pendidikan doktor. Menurut Prof. Sam, persyaratan ini penting, mengingat seorang rektor haruslah mempunyai tingkat kemampuan manajerial yang cukup mumpuni untuk dapat mengatur jalannya sebuah universitas yang bersifat multi disiplin. “ Rektor terpilih harus mempunyai komitmen yang tinggi untuk melanjutkan program Unair menjadi salah satu universitas berkelas dunia,” tegas Prof. Sam.

Pelaksanaan pilrek kali ini sekaligus merupakan bentuk kepercayaan dan penghargaan pemerintah atas keberhasilan Unair menjalankan program yang sesuai dengan visi dan misi sesudah memperoleh status otonomi. Artinya, Unair mendapat kepercayaan dari pemerintah dan masyarakat untuk memilih pemimpin sendiri. Sekretaris Senat Akademik Universitas, Prof. Noor Cholies Zaini, M.S., Apt., menambahkan, bahwa masyarakat tidak perlu merasa khawatir terhadap transparansi selama proses pilrek. Pihak Senat akan menjamin proses yang berlangsung secara transparan tanpa ada yang ditutupi.

“Rektor dipilih oleh MWA, , yang berarti unsur masyarakat dan mahasiswa yang duduk sebagai anggota MWA juga akan ikut mengawasi. Selain itu, panitia juga akan mengadakan Uji Masyarakat Kampus, yang memberikan kesempatan kepada wakil mahasiswa, dosen, dan masyarakat untuk mendengarkan secara langsung visi, misi dan program para calon rektor,” tambahnya.

Pemimpin Visioner dan Merakyat

Menanggapi pilrek yang akan datang, dosen Fakultas Hukum Dr. Suparto Widjojo berharap agar Unair menjadi poros sosial kerakyatan dan menjadi media sosial yang responsif pada problem masyarakat. Melalui pemimpin yang merakyat, selain bisa menjadi excellence di bidang sains, Unair bisa menjadi lokomotif perubahan sosial di masyarakat. “Biarkan Unair menjadi panggung perubahan sosial,” ujar Parto.

Presiden BEM Unair Arif Fatchurahman juga menyampaikan harapan pilrek mendatang bisa menunjukkan mekanisme yang transparan, terbuka serta membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk terlibat. Pilrek yang akan datang juga diharapkan bisa menjadi pendidikan politik bagi mahasiswa tentang pemilihan yang baik dan bersih. Lebih jauh, Arif juga berharap hasil pilrek kali ini adalah rektor yang berpihak pada mahasiswa.

“Kami ingin siapa pun rektor terpilih harus bisa memahami kebutuhan mahasiswa, visioner, berani membuat terobosan baru, dan mengerti Unair, baik sejarah dan posisi Unair sekarang.