FKG UNAIR Berikan Banyak Kontribusi terhadap Kesehatan Gigi di Indonesia

  • By Super User
  • In FKG News
  • Posted 14 November 2016

Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Airlangga kembali meluluskan para dokter gigi dan dokter gigi spesialis baru ke tengah-tengah masyarakat. Dekan FKG Dr. R. Darmawan Setijanto, drg., M.Kes, didampingi Wakil Dekan I, II, dan III menyerahkan ijazah kepada setiap dokter gigi dan dokter gigi spesialis yang baru dilantik.

Pelantikan dan pengambilan sumpah dilaksanakan di Graha BIK IPTEK-DOK, Fakultas Kedokteran UNAIR, pada Selasa (26/7). Pelantikan juga dihadiri oleh Direktur Rumah Sakit Gigi dan Mulut Prof. Coen, dekanat, serta kerabat.

Dokter gigi yang dilantik berjumlah 47 orang, sedangkan dokter gigi spesialis berjumlah 10 orang. Dokter gigi spesialis yang baru dilantik terdiri dari 5 orang berasal dari Departemen Penyakit Mulut, dan 5 orang lainnya dari Departemen Orthodonsia.

Dalam sambutannya, Darmawan menyampaikan bahwa FKG UNAIR banyak berkontribusi meningkatkan pelayanan kesehatan gigi dan mulut di Indonesia. Terhitung sejak tahun 1948, FKG telah meluluskan 5.143 dokter gigi.

“Pendidikan dokter gigi dimulai pada tahun 1928, namun data lulusan dapat ditelusuri sejak 1948. FKG melahirkan 5.143 dokter gigi. Artinya, kita berkontribusi sebesar 18,76% dari sekitar 23 ribu dokter gigi tingkat nasional,” tutur Darmawan yang disambut tepuk tangan dari hadirin.

Ia menambahkan, diantara 47 orang, terdapat 8 lulusan yang berhasil menyelesaikan profesi dokter gigi selama 3 semester.

Terkait dengan dokter gigi spesialis, FKG UNAIR telah meluluskan 799 dokter gigi spesialis sejak tahun 1990. Tahun 1990 merupakan awal pendidikan dokter gigi spesialis di UNAIR. Apabila dihitung dalam persentase, FKG UNAIR mampu menyediakan 27,5% tenaga dokter gigi spesialis dari 2.905 dokter gigi spesialis di Indonesia.

Menurut Darmawan, rasio dokter gigi dan dokter gigi spesialis terhadap penduduk di Indonesia masih berada pada angka 1:9000. Jumlah ini masih kecil bila dibandingkan Singapura dan Brunei Darussalam yang berada pada angka 1:2000.

“Apakah jumlah itu cukup atau tidak bergantung pada kiprah masing-masing dokter gigi. Saya berpesan, jagalah nama baik almamater, berpeganglah selalu pada science adjustment, etika kedokteran, dan estetika,” tutur tambahnya.

Direktur RSGM UNAIR Prof. Coen dalam sambutannya menambahkan, para lulusan baru agar senantiasa memerhatikan higienitas dan sanitasi peralatan medis. Hal itu perlu dilakukan agar pasien tak tertular penyakit menular. (*)

Penulis   : Defrina Sukma S.
Editor    : Binti Q. Masruroh

Hits 1133

Terpopuler