Peringati Hari Peduli Autisme Sedunia, FKG Adakan Penyuluhan dan Pemeriksaan Gig

  • By Super User
  • In FKG News
  • Posted 04 April 2017
autisme-fkgunair

Hari Minggu lalu, (2/4), masyarakat global memperingati Hari Peduli Austime Sedunia atau World Autism Awareness Day. Termasuk di Surabaya. Sivitas akademika Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga mengadakan penyuluhan dan pemeriksaan gigi yang diperuntukkan bagi anak-anak dengan autisme.

Kooordinator Program Studi Ilmu Kedokteran Gigi Anak (IKGA), Tania Saskianti, drg, Sp.KGA (K)., Ph.D, mengatakan acara penyuluhan dan pemeriksaan gigi ratusan anak dengan autisme melibatkan enam dokter gigi anak dari Departemen IKGA, dan belasan dokter gigi anak dari Ikatan Dokter Gigi Anak Indonesia (IDGAI) cabang Jawa Timur.

“Acara tersebut diikuti enam dokter gigi anak staf Departemen IKGA FKG UNAIR dibantu belasan dokter gigi spesialis anak dari IDGAI Pengurus Daerah Jatim. Ada banyak anak spesial yang mengikuti acara ini. Sekitar ratusan. Mereka juga ditemani oleh orang tua,” tutur Tania.

Dalam penyuluhan tersebut, para dokter gigi anak memberikan edukasi seputar cara menjaga kesehatan gigi. Agar pesan edukasi dapat diterima dengan baik, mereka menggunakan drama, pantomim, lagu, dan gambar-gambar menarik.

Terbukti, para anak dengan autisme antusias dengan acara yang diselenggarakan oleh Departemen IKGA FKG UNAIR dan IDGAI Jatim. “Mereka antusias. Booth pemeriksaan gigi yang didirikan IDGAI Jatim banyak dikunjungi anak-anak dan orang tua,” imbuh Koordinator Prodi IKGA itu.

Tania mengaku, tak ada kesulitan berarti dalam melakukan penyuluhan dan pemeriksaan terhadap anak dengan autisme. Karena para dokter gigi anak sudah terbiasa dengan ragam polah tingkah anak. “Tidak ada kesulitan berarti karena dokter gigi anak sudah terbiasa. Sama dengan anak lain pada umumnya. Penyuluhan kami tekankan pada perilaku menjaga kesehatan gigi dan rongga mulut,” terang Tania.

Menurut Tania, kasus kesehatan gigi yang dialami oleh anak dengan autisme tak berbeda dengan anak-anak lainnya. Mereka juga dihadapkan pada masalah karies pada gigi, atau gigi berlubang. Untuk itu, ia menyarankan kepada para orang tua anak dengan autisme untuk mencari dokter gigi anak yang khusus menangani keadaan si anak.

“Diperlukan skill dan pengetahuan yang baik agar perawatan gigi anak spesial dapat diselesaikan dengan cepat. Dibutuhkan juga empati dari dokter gigi anak sehingga ortu nyaman berkonsultasi tentang kesehatan rongga mulut putra putrinya,” ungkap Tania yang pernah menempuh studi di Universitas Hiroshima, Jepang.

Acara tersebut merupakan bagian dari Walk for Autism yang diselenggarakan di Balai Kota Surabaya. Dalam acara tersebut, ada pula pertunjukan seni dari para anak dengan autisme.

Penulis: Defrina Sukma S

Hits 539

Terpopuler