BERITA

PENGUMUMAN

  • Sangat banyak ilmu yang telah saya peroleh selama mengikuti pendidikan di PPDGS Prostodonsia FKG Unair tahun 2001-2005. Tidak hanya ilmu tentang penggantian gigi yang hilang dengan gigi tiruan, tetapi juga bagaimana menjadi seorang dokter gigi yang baik yang mampu menganalisis dan memberi perawatan yang terbaik terhadap keluhan pasien yang memerlukan pembuatan gigi tiruan dan protesa maksilofasial secara holistik. Masih teringat pesan Prof. Dr. drg. Soeprapto, MS, Sp.Pros bahwa ilmu Prostodonsia adalah ilmu yang sangat luas. Kami tidak dapat mengajarkan semua hal tentang Ilmu Prostodonsia dengan waktu yang terbatas, tetapi yang kami berikan adalah apa yang prinsip perawatan di bidang Prostodonsia yang nantinya dapat anda kembangkan seluas-luasnya sepanjang tidak bertentangan dengan prinsip perawatan tersebut.

    Dr. drg. Ike Damayanti, Sp. Pros

    Kadep prosto unhas

    Dr. drg. Ike Damayanti, Sp. Pros

  • Staf pengajar Departemen Prostodonsia yang profesional, melakukan penelitian dan publikasi jurnal internasional. Metode pembelajaran person to person serta evidence based.

     

     

    Drg. Shandy Aditya Susilo, Sp. Pros

    Praktisi dan owner dari Maximilian Dental Center

    Drg. Shandy Aditya Susilo, Sp. Pros

  • PPDGS Prostodonti FKG Unair mempunyai struktur kurikulum serta pemenuhan capaian pembelajaran lulusan (CPL) yang sesuai tuntutan kemajuan ipteksdokgi dan berwawasan scientific and global vision serta mempunyai keunggulan perawatan pada bidang hybrid prosthesis.

    Drg. R. Rahardian Parnaadji, M. Kes., Sp. Pros

    Sekjen Afdokgi
    DekanFakultas Kedokteran Gigi
    Universitas Negeri Jember

    Drg. R. Rahardian Parnaadji, M. Kes., Sp. Pros

  • Saya mendapatkan kesempatan untuk menimba ilmu kedokteran gigi di Jepang. Pada tahun 2011-2015, saya mengikuti program International Dental Course, yaitu program yang memberi kesempatan kepada mahasiswa dari Fakultas Kedokteran Gigi Unair untuk menyelesaikan program studi S1 di Hiroshima University Jepang selama 4 tahun. Program ini adalah program yang menerapkan dual linguistic, yaitu pembelajaran dengan menggunakan Bahasa Inggris dan Bahasa Jepang sebagai bahasa pengantar kuliah sehari-hari. Di tahun terakhir program tersebut, saya melakukan riset tentang micro-RNA pada sel tulang sebagai bagian dari tugas akhir saya. Dengan mengikuti program tersebut, saya merasakan pendidikan kedokteran gigi di negara maju. Selain itu, saya juga memiliki kesempatan untuk bertemu dengan banyak teman dari berbagai negara, membangun hubungan dengan banyak guru di Jepang, serta mempelajari kebudayaan Jepang. Saya merasa sangat beruntung dapat mengikuti dan menyelesaikan program tersebut. Saat ini, saya melanjutkan pendidikan saya dengan menjalani program profesi dokter gigi di Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Universitas Airlangga. Harapan saya, saya dapat melatih skill dan menerapkan ilmu di bidang kedokteran gigi yang saya dapatkan selama ini dalam merawat pasien untuk menjadi dokter gigi yang profesional di masa depan.

    Nadiah Kinanthi, S.KG.
    Mahasiswi Program Profesi Dokter Gigi
    Fakultas Kedokteran Gigi
    Universitas Airlangga

    Nadiah Kinanthi, S.KG.

  • Kesempatan itu datang saat saya baru menyelesaikan tahun pertama di FKG Unair. 4 tahun belajar di Hiroshima University, Jepang, adalah pengalaman yang penuh kesan. Bersama-sama dengan teman dari University of Medicine and Pharmacy at Ho Chi Minh City (Vietnam), dan University of Health Science (Cambodia) menjalani program International Dental Course (IDC), yaitu menyelesaikan program sarjana di Hiroshima University, dan kembali ke negara masing-masing untuk menyelesaikan program profesi dokter gigi. Sebagai angkatan pertama yang mengikuti program ini, kami merasa diberi amanah, karena keberhasilan dan keberlangsungan program IDC bergantung pada angkatan perdana.

    Bertemu orang-orang hebat, yang membuat saya termotivasi untuk meraih mimpi dan terus bermimpi. Saya sangat berterima kasih kepada FKG Unair atas kesempatan yang diberikan kepada saya. Semoga ke depannya FKG Unair semakin membuka link kerjasama yang semakin luas dengan negara-negara lain.

    Karina Erda Saninggar, S.KG
    Mahasiswi Program Profesi Dokter Gigi
    Fakultas Kedokteran Gigi
    Universitas Airlangga

    Karina Erda Saninggar, S.KG

  • Selama menjadi mahasiswa di FKG UNAIR, beberapa kali saya berpartisipasi dalam Asia Pacific Dental Students’ Association (APDSA) congress yang membuat saya sadar bahwa ada banyak peluang untuk terus belajar. Pengalaman selama APDSA sangat luar biasa dan membuka mata saya. Sebagai mahasiswa kedokteran gigi, adalah sebuah tantangan besar bagi saya untuk selalu berharap bahwa suatu hari nanti saya dapat pergi ke Amerika Serikat untuk mengenyam pendidikan lebih lanjut.

    Saya memperoleh Sertifikat dan Master of Science bidang Prostodonsia dari Columbia University College of Dental Medicine – New York, Amerika Serikat pada tahun 2013. Pada tahun 2014, saya berhasil lulus dalam ujian American Board of Prosthodontics, kemudian memperoleh gelar Diplomate of the American Board of Prosthodontics dan Fellow of the American College of Prosthodontists. Saya berharap akan ada lebih banyak mahasiswa atau alumni yang memiliki kesempatan untuk belajar di luar negeri. Saya juga sangat mengharapkan jaringan aktif dan kerjasama dengan universitas di luar negeri diperkuat.

    Fransiskus Andrianto Tjiptowidjojo, drg, Cert. Prosthodontics, MS, FACP

    Fransiskus Andrianto Tjiptowidjojo, drg, Cert. Prosthodontics, MS, FACP

LOKASI FKG UNAIR

@Unair_Official