{"id":10417,"date":"2022-07-22T16:53:36","date_gmt":"2022-07-22T09:53:36","guid":{"rendered":"http:\/\/fkg.unair.ac.id\/en\/?p=10417"},"modified":"2022-07-22T21:07:53","modified_gmt":"2022-07-22T14:07:53","slug":"lebih-dekat-mengetahui-pengolahan-limbah-di-rsgmp-unair","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fkg.unair.ac.id\/en\/2022\/07\/22\/lebih-dekat-mengetahui-pengolahan-limbah-di-rsgmp-unair\/","title":{"rendered":"Lebih Dekat Mengetahui Pengolahan Limbah di RSGMP Unair"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>SURABAYA, fkg.unair &#8211; <\/strong>Untuk sebuah fasilitas kesehatan sebesar Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut Pendidikan Universitas Airlangga (RSKGMP Unair) sudah menjadi sebuah kewajiban untuk menerapkan sistem pengolahan limbah yang sesuai dengan standar yang berlaku. Mulai dari pengolahan limbah padat, limbah cair, limbah gas hingga limbah B3 harus menggunakan teknologi yang memenuhi kualifikasi pengolahan yang baik untuk lingkungan. Apalagi limbah rumah sakit cenderung bersifat infeksius dan mengandung racun yang dapat berpengaruh terhadap kesehatan manusia, memperburuk kelestarian lingkungan hidup apabila tidak dikelola dengan baik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengolahan limbah di RSKGMP Unair sendiri telah menerapkan standar yang telah diatur dalam Permenkes No. 7 Tahun 2019 tentang Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit. Hal ini juga sekaligus juga bentuk mendukung program pembangunan berkelanjutan untuk tetap menjaga keseimbangan lingkungan dari dampak adanya aktivitas manusia yang tertuang sesuai tujuan SDGs ke-15 tentang Ekosistem Daratan yang dimana capaiannya guna Melindungi, Merestorasi dan Meningkatkan Pemanfaatan Berkelanjutan Ekosistem Daratan, serta Menghentikan Kehilangan Keanekaragaman Hayati. Dengan pengolahan limbah RSKGMP Unair yang baik menjadi upaya menjaga hal tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cSemoga Kualitas dan Mutu penanganan limbah medis di RSKGMP Unair dapat dipertahankan,\u201d pesan Dimas Prasentianto Wicaksono, drg., M.Kes., Ph.D., selaku Wakil Direktur I RSKGMP Universitas Airlangga.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh4.googleusercontent.com\/dVI0sI5TDZ1YV8K3jdwNaOTtEvyJ1LOBttRFYERhydHk5HxYV_OvgamfB5rGKwVybs1amW3jLmwtv-4OI0Q8LC7FiXTP8eqDryjgIJRi9qd6VT3DI4PcsBlgMuk5v0fV0xihOARAmIEVjlc06vW-Mmk\" alt=\"\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Diawali dari bagaimana RSKGMP Unair mengolah limbah cairnya, dijelaskan oleh Anggit Prameitya Adriyanto, S. Tr. Kes. bahwa RSKGMP UNAIR menerapkan metode aerob dan anaerob untuk pengolahannya limbah cair di RSKGMP UNAIR terdapat 2 IPAL untuk gedung area belakang limbah cair yang dihasilkan masuk pada Inlet area belakang kemudian tersalurkan di bak instalasi pengolahan air limbah unit belakang (IPAL 1) dan untuk gedung area depan masuk pada Inlet area depan kemudian tersalurkan di instalasi pengolahan air limbah unit depan (IPAL 2).&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk area khusus seperti laundry, gizi dan IBS limbah cair yang dihasilkan sebelum masuk ke tabung Inlet diolah terlebih dahulu di bak equalisasi guna penyaringan untuk limbah deterjen, minyak dan darah. Setelah itu tersalurkan di Inlet menuju tabung anaerob kemudian diolah di tabung aerob, dan menuju ke bak khlorinasi dan terakhir ke kolam indikator. Pada kolam indikator RSKGMP Unair menggunakan indikator ikan nila guna untuk mengetahui kualitas hasil pengolahan air limbah. Untuk penambahan bakteri RSKGMP Unair menggunakan biofektan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu yang menarik dalam pengolahan limbah cair di RSKGMP Unair adalah penggunaan media bakteri dalam pengolahan air buangan nya menggunakan tiga sekar yakni berupa bioball, batu kerikil dan sarang tawon yang sifatnya organik pada tabung aerob. Hal ini juga bukan lain menjadi langkah untuk mengurangi kandungan amonia dari limbah yang berasal dari toilet.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh4.googleusercontent.com\/94Ao2YO3Njv2mj-kA9QbUG3PP-q45hFFyzpfkQARI06gQlg11OXGh1HvEnW4F6iy5Srjr4rLbuhp27lx6CmKn_1YXLxGsy541lWAQyUsY1i8v-KrdpWI-OLQjJ4kutrH1Cz-WTkwhbC1c5rD9wm7HKY\" alt=\"\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selanjutnya adalah untuk pengolahan limbah padat yang terbagi atas limbah padat medis dan non-medis yang manajemen pengolahannya terbagi atas penggolongan warna tempat pembuangan dan label yang tertera untuk setiap golongan. Berdasarkan Laporan Neraca Limbah B3 pada bulan Juni 2022 setidaknya menunjukkan bahwa hampir 91% limbah padat yang dihasilkan oleh RSKGMP Unair berasal dari kategori limbah medis dan sisanya dari non-medis. Limbah medis yang dihasilkan oleh RSKGMP Unair kemudian diserahkan untuk pihak ketiga untuk kemudian dikelola lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cHarapannya semakin banyak orang yang paham akan pentingnya higiene sanitasi lingkungan,\u201d tutur penanggung jawab sanitasi RSKGMP Unair, Anggit Prameitya Adriyanto, S.Tr.Kes.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan pengolahan limbah yang memiliki rentang kontroling selama 3 bulan untuk limbah cair dan kontroling setiap hari untuk limbah padat dan medis pastinya menjadi hal yang penting karena dengan pengolahan limbah yang baik dampak dari pengaruh limbah yang dihasilkan oleh RSKGMP Unair juga akan semakin minim yang berdampak baik bagi lingkungan hidup. <strong>(rrr)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SURABAYA, fkg.unair &#8211; Untuk sebuah fasilitas kesehatan sebesar Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut Pendidikan Universitas Airlangga (RSKGMP Unair) sudah menjadi sebuah kewajiban untuk menerapkan sistem pengolahan limbah yang sesuai dengan standar yang berlaku. Mulai dari pengolahan limbah padat, limbah cair, limbah gas hingga limbah B3 harus menggunakan teknologi yang memenuhi kualifikasi pengolahan yang baik<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":10418,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-10417","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fkg.unair.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10417","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fkg.unair.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fkg.unair.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.unair.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.unair.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10417"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/fkg.unair.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10417\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10426,"href":"https:\/\/fkg.unair.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10417\/revisions\/10426"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.unair.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10418"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fkg.unair.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10417"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.unair.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10417"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fkg.unair.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10417"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}