
Surabaya, fkg.unair – Sudah menjadi rahasia umum bahwa masalah kesehatan gigi dan mulut tak boleh dianggap remeh. Sebab dapat menimbulkan masalah kesehatan lain jika terlalu lama dibiarkan. Hal itu diucapkan oleh drg. Mega Moeharyono Puteri, M.Kes., Sp.KGA,K-AIBK selaku dosen Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Airlangga (UNAIR).
Misalnya, lanjut drg. Mega, permasalahan gigi paling umum yakni gigi berlubang. Jika dibiarkan terlalu lama, gusi bisa membengkak.
Selain itu, pada umumnya, gigi berlubang disebabkan oleh bakteri jahat yang menempel pada gigi. “Bakteri ini secara otomatis bisa terbawa oleh aliran darah menuju jantung dan dapat menimbulkan masalah baru di jantung,” terangnya pada Minggu malam (30/5/2021).
Dokter gigi Mega mengatakan, ada sebuah penelitian yang menyebutkan bahwa rongga mulut yang tidak sehat dapat memicu alergi seperti asma. Kesehatan rongga mulut juga mempengaruhi kemampuan fisik seseorang.
Ada banyak alasan yang mengharuskan kondisi kesehatan rongga mulut harus prima. Dokter gigi Mega menjelaskan, rongga mulut merupakan pintu masuk utama segala macam hal ke dalam tubuh. Tidak hanya makanan dan minuman, tetapi juga debu hingga bakteri.
Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Sedini Mungkin
Dokter gigi Mega menandaskan, pencegahan dan pendeteksian sedini mungkin adalah dua hal utama yang dapat dilakukan untuk mencegah masalah gigi dan mulut. Kedua hal tersebut bahkan dapat mulai dilakukan sejak anak masih bayi.
“Pencegahan dapat dengan membersihkan gigi, gusi, lidah, dan menggunakan fluoride. Cara menyikatnya juga harus benar. Pastikan juga ukuran kepala sikatnya cukup menjangkau dua gigi seri di depan. Untuk anak-anak sebaiknya pakai yang bulu sikatnya lembut,” tutur drg. Mega.
Perihal cara menggosok gigi, ia mengatakan tidak ada urutan tertentu. Yang paling penting adalah seluruh permukaan gigi digosok. Baik bagian atas, bawah, depan, maupun gigi belakang. Selain itu, bagian lidah juga perlu dibersihkan secara rutin, layaknya gigi.
Ia juga menyarankan agar untuk memeriksakan gigi secara rutin ke dokter gigi setiap enam bulan sekali. Anak bisa dikenalkan ke dokter gigi sedini mungkin, minimal ketika gigi pertamanya tumbuh.
Melalui kegiatan edukasi kali ini, FKG UNAIR berusaha meningkatkan atensi masyarakat terhadap problem kesehatan gigi dan mulut. Hal ini sesuai dengan poin ketiga SDGs yang berbunyi “Memastikan Kehidupan Sehat dan Mendukung Kesejahteraan Bagi Semua”. (*) (err)









