Suka dan duka dilewati selama program Stovit Goes to Thailand ini. Tak hanya sendiri, selama program ini berlangsung, para delegasi SGT didampingi oleh empat mahasiswi dari Dent CU. Kesempatan ini menjadikan mahasiswi FKG Unair dan Dent CU student menjadi bonding dengan saling bertukar cerita, pengalaman, bahkan pengetahuan. Berikut para delegasi Stovit Goes to Thailand 2023 :
- Vanya Savina Smeer
- Arien Safira Damayanti
- Keysha Auryn Azalia
- Shafiya Fildza Nisrina
- Tjio Andrinanti Pradini
- Rania Ghifara Syaharani
- Artanti Kusumaningsih
- Evina Arti
- Shafwa Aisha Rahmah
- Aginta Gracia Shallomitha
Cream, salah satu mahasiswi Dental Chulalongkorn meluapkan “This is a great opportunity for us, Thai students, to learn about other cultures. We talked a lot about our universities such as the curriculum, the number of students and also about some buildings. We made a short tour to the lecture rooms, coworking spaces and the main campus. We also introduced our popular frozen yogurt shop which is a must-visit shop. They showed me many pictures of their university and I was very interested about the differences between them. I’m very grateful to become part of this program. It was such an unforgettable experience and It was lovely meeting all of you.”
Selain itu “It was a great time having you guys here with us in dent CU. Apart from showing you guys some parts of our faculty, including a lecture room and a co-working space, we had a lot of conversation. I’ve got to know how studying in dental faculty in Indonesia be like and some other cultural details. Then we had a short tour to other parts of Chulalongkorn university—the faculty of art. I was glad seeing you guys enjoy taking a photo there. Although it was a short period of time, it was a really great experience for me having you guys here with us. Hope you enjoyed it too!” juga disampaikan oleh Somjeed, perwakilan dental Chulalongkorn lainnya.
Dilanjutkan oleh Panpan, Ia mengatakan bahwa “This program given me the opportunity to talk with the students from Indonesia. Through the sharing session, I have learnt so much about Indonesian culture, the difference of the curriculum, dental student life in Indonesia and many more. We also gave them a mini faculty tour to see our lecture room and co-working space, where we as a Dent CU student spend most of our time. We also took them to see the iconic building of Chulalongkorn university at the main campus. Although we only met for a short amount of time, It was a memorable and worthwhile experience that help me broaden my knowledge about dentistry in other country and make new friends through the program.”
Lalu, dari sisi lain para delegasi FKG Unair juga menyampaikan bentuk syukur dan cerita pengalaman mereka. Salah satu nya adalah Rahma dari Angkatan 2021, Rahma berujar “Alhamdulillah saya diberi kesempatan untuk mengikuti program Stovit Goes To ini dengan dukungan orangtua, teman dan juga kampus. Tidak perlu jauh-jauh pergi ke negara seperti Amerika maupun Eropa untuk melihat betapa advanced fasilitas yang terdapat di Chulalongkorn Faculty of Dentistry. Saat saya pertama menginjakkan kaki saya di Faculty of Dentistry Chulalongkorn University saya melihat gedung-gedung tinggi nan putih di sekitar saya. Salah satu yang paling mengejutkan adalah gedung tinggi nan megah yang memiliki 19 lantai. Pada hari pertama di Chulalongkorn kami langsung berangkat menuju luar kota yaitu kota Pakkred, di kota tersebut terdapat klinik gigi yang bekerjasama dengan Chulalongkorn Dentistry yang menerima pasien penyandang disabilitas. Saya melihat ketekunan dan kesabaran para dokter tersebut saat mengobati pasien. Pada hari berikutnya kami juga ditunjukkan Esthetic Restorative and Implant center dimana kami melihat cara melakukan scan gigi pada pasien agar dapat melihatkan bentuk gigi pasien dalam sebuah model 3D. Teknologi ini menggantikan cara kita pada umumnya dengan menggunakan sendok cetak, gypsum dan alginat. Salah satu hal favorit saya dalam semua fasilitas yang ditawarkan oleh. Chulalongkorn Dentistry adalah 3D dental simulator dimana kami dapat melatih skill kami dengan melihat gambar gigi 3D. Kami dapat berlatih skill kami secara virtual dengan menggunakan kaca mulut dan handpiece yang virtual. Semua staff dan dokter yang berada disana menyambut kami dengan hangat dan mencoba menjelaskan semua hal secara detail. Hingga saat ini saya masih kagum dengan kepergian saya ke Bangkok. Mulai dari melihat 3D printer, 3D dental simulator hingga melihat dental unit disana membuat saya lebih semangat untuk berkembang sebagai mahasiswa FKG UNAIR dan suatu saat bisa melanjutkan studi saya ke luar negeri.”
Selain Rahma, Shafiya juga menyampaikan “Program Stovit Goes To Thailand di Chulalongkorn University yang saya ikuti mengajarkan saya banyak hal baru, seperti mengenali budaya, bahasa Thailand, dan metode pembelajaran disana yang sangat berbeda dengan yang selama ini saya rasakan di Indonesia. Saya juga mendapatkan kesempatan untuk berkenalan dengan teman teman baru dari Chulalongkorn University. Setelah mengikuti program ini, saya menjadi lebih percaya diri dan berani karena saya merasa dapat beradaptasi dan berteman dengan orang orang di negara lain. Oleh karena itu, saya sangat bersyukur telah diberi kesempatan untuk mengikuti program ini karena saya mendapatkan banyak insight baru yang bermanfaat untuk diri saya kedepannya.”
Sependapat dengan Rahma dan Shafiya, “Stovit Goes To Thailand merupakan kegiatan yang seru dan tentunya banyak manfaat yang saya dapat dari mengikuti program ini. Mulai dari belajar dengan sistem pendidikan yang berbeda hingga memperluas relasi baik itu dengan kakak tingkat maupun dengan teman baru dari Universitas Chulalongkorn. Pengalaman yang saya dapat tidak hanya meningkatkan perkembangan akademik saya saja, tetapi juga membantu saya mengembangkan keterampilan komunikasi antar budaya dan memperluas pandangan dunia saya.” ditambahkan oleh Aginta.










