Surabaya, fkg.unair – Bersama Perhimpunan Radiografer Indonesia (PARI) Jawa Timur, bagian Radiologi Kedokteran Gigi (RKG) Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga (FKG UNAIR) berhasil menggelar webinar pada Minggu (26/9). Kegiatan berjudul “Metode Object Localization (SLOB) pada Teknik Radiografi Intra Oral” merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat FKG UNAIR.
Diwawancarai oleh Humas FKG, Dr. Eha Renwi Astuti, drg., M.Kes., Sp.RKG (K) sebagai ketua panitia kegiatan menyebutkan bahwa web seminar ini bertujuan untuk berbagi pengalaman klinis seputar teknik intra oral. “Harapannya dapat meningkatkan pemberian pelayanan kesehatan di tempat peserta bekerja,” ungkapnya.
Melalui materi yang disampaikan oleh Aga Satria, drg., Sp.RKG, pemateri kegiatan tersebut, Same Lingual, Opposite Buccal (SLOB) merupakan teknik modifikasi radiografi intraoral untuk melihat posisi lain dari suatu objek yang tumpang tindih. Melalui teknik ini, kita dapat menentukan posisi relatif dari suatu objek yang tersembunyi.
Teknik yang ditemukan oleh Charles Clark untuk menemukan gigi impaksi ini, biasanya digunakan untuk melihat saluran akar, foramen kanalis mandibularis, fraktur gigi, gigi impaksi, atau benda asing dalam oral. SLOB yang disebut juga dengan teknik tube shift dilakukan dengan cara menggerakan tabung X-ray dengan besaran sudut yang sudah diperkirakan.
Yang terpenting dalam teknik ini adalah memastikan adanya foto rontgen pertama dalam posisi normal (parallel) dan pergerakan tabung X-ray tidak mengubah titik penetrasi. Selain memaparkan teori terkait SLOB, pemateri juga menuturkan prosedur yang biasanya dilakukan radiografer di Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) UNAIR.
Peserta yang terdiri dari profesi radiografer di Jawa Timur tak hanya disuguhi pemaparan materi, namun juga video tutorial simulasi penggunaan Clark’s Rule ini. “Mereka juga mendapatkan pengalaman untuk melihat secara langsung tata laksana Object Localization pada teknik intra oral yang berupa video tutorial yang diberikan kepada peserta, sehingga bisa diasumsikan sebagai hands on,” sebutnya.
Akhir kata, Dr. Eha menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat terus dilaksanakan. “Semoga kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkesinambungan dan berlanjut, agar keilmuan yang kami peroleh dapat secara aplikatif pada masyarakat,” pungkasnya.
Kegiatan ini merupakan perwujudan dukungan FKG UNAIR terhadap SDGs poin ketiga yakni good health and well-being, keempat yaitu quality and education, dan ketujuh belas yaitu partnership for the goals.(Stf)









