Surabaya, fkg.unair – Selain menggondol juara kedua, tim lain dari Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Airlangga (UNAIR) juga berhasil meraih juara dalam lomba Literature Review 15TH Dentistry Scientific Meeting (DSM) FKG Universitas Indonesia.
Pengumuman lomba pada Sabtu (2/10/2021) lalu pun menempatkan nama Devin Elysia Dhywinanda, Jesslyn Jordana, dan Jennifer Fiona Salim sebagai juara ketiga dalam kompetisi nasional tersebut. Ketiga mahasiswi angkatan 2020 itu berhasil memukau juri dengan presentasi dan judul penelitian bertajuk ‘Efektivitas Photodynamic Therapy sebagai Terapi Penunjang Mechanical Debridement pada Perawatan Peri-Implantitis’.
Mewakili timnya, Devin mengungkapkan bahwa mereka sama sekali tidak menyangka akan meraih juara ketiga. Terlebih, kompetisi tersebut menjadi kali pertama mereka mengikuti lomba literature review tingkat nasional.
“Awalnya ingin mengisi liburan karna di rumah tak ada kegiatan. Jadi kamu ingin mengisinya dengan hal yang bermanfaat. Kami juga punya target selama liburan minimal sekali ikut lomba,” ceritanya.
Devin pun menyebut bahwa timnya terbentuk sejak dan berkat acara Stovit Scientific Week (SSW) yang digelar FKG UNAIR. Kegiatan lomba literature review di internal FKG UNAIR tersebut memberikan mereka bekal serta bonding tim yang sangat membantu ketiganya dalam menyusun literature review.
Meski sukses menggondol juara di kompetisi pertama, Devin sendiri tidak mengelak bahwa mereka sempat menghadapi banyak tantangan. Terlebih situasi pandemi membuat ketiganya harus merumuskan literature review secara virtual.
“Untuk itu kami juga sering tanya-tanya dan konsultasi dengan kakak tingkat dan dosen. Cari tahu mekanisme lomba, pemilihan topik, sampai kriteria literature review yang biasanya disukai juri,” jelas Devin.
Melalui bimbingan dosen FKG Imam Safari Azhar, drg., M.Kes., ketiganya berhasil menjelaskan peluang efektivitas Photodynamic Therapy bagi pasien yang mengalami Peri-Implantitis. Lewat pengalaman dan prestasi tersebut, Devin dan tim meyakini bahwa pantang menyerah dan kemauan untuk terus belajar dari orang-orang yang lebih berpengalaman menjadi kunci penting kemenangan.
“Jangan malu bertanya, konsultasi, dan meminta saran. Entah ke kakak tingkat atau dosen. Selain itu temukan juga tim yang solid agar tumbuh satu pemikiran dan meminimalisir perbedaan pendapat,” tandasnya. (int)









