SURABAYA, fkg.unair – Salah satu Skill Lab Bedah Mulut dan Maksilofasial yakni Penatalaksanaan Eksodonsia adalah Skill Lab yang bertujuan untuk mengasah kemampuan kognitif, psikomotor (utama) dan afektif dalam tatalaksana eksodonsi rahang atas dan rahang bawah. Karena diadakan secara daring akibat dari pandemi COVID-19, Skill Lab dengan penanggung jawab Andra Rizqiawan, drg., PhD., Sp.BM (K) ini juga disertai video edukasi yang berisikan penjelasan tentang Penatalaksanaan Eksodonsia yang diupload melalui link terkait di Kanal Youtube FKG UNAIR.
Dalam video tersebut selain dijelaskan penatalaksanaan ekstraksi gigi anterior permanen rahang atas, gigi insisif dan kaninus. selanjutya ada pula penatalaksanaan ekstraksi gigi premolar rahang atas, ekstraksi gigi molar pertama dan kedua rahang atas, ekstraksi permanen anterior rahang bawah, ekstraksi gigi premolar pertama dan kedua rahang bawah, serta ekstraksi gigi molar pertama, kedua dan ketiga rahang bawah. Dijelaskan pula instruksi post-ekstraksi yang pastinya berguna untuk diketahui oleh masyarakat secara umum.
Hal ini pastinya penting untuk diketahui oleh masyarakat guna ketika melakukan tindakan ekstraksi suatu saat dan juga menunjukkan salah satu langkah Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga mencapai Tujuan SDGs ke-3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera yakni Pelayanan kesehatan yang dilakukan dan diarahkan untuk peningkatan Akses dan mutu pelayanan. Hal ini sesuai karena dengan pembelajaran terkait post-ekstraksi pasti akan saat penting untuk diterapkan dalam prakteknya.
Beberapa instruksi post ekstraksi atau perlakuan setelah pencabutan yang dijelaskan dalam video tersebut antara lain, pasien menggigit tampon steril selama 0,5-1 Jam post ekstraksi, makan makanan yang lunak selama 1 Hari post-ekstraksi, hindari berkumur terlalu keras, makan dan minum panas, menghisap luka, merokok selama 24 Jam post-ekstraksi, obat diminum sesuai resep dokter, dan bila ada rasa nyeri dan pendarahan berlebihan hubungi dokter atau puskesmas terdekat.
Harapannya pastinya bila hal ini diketahui oleh masyarakat umum selain menambah edukasi terkait gigi dan mulut, juga akan semakin meningkatkan rasa sadar untuk merawat kesehatan gigi dan mulut sebab masyarakat paham mulai dari proses nya baik sebelum bahkan setelah penanganan yang membuat tidak ada keraguan ketika melakukan hal tersebut. (rrr)









