Surabaya, fkg.unair – Kanker merupakan kelompok penyakit dengan karakteristik pertumbuhan sel tidak terkontrol disertai penyebaran abnormal, dapat disebabkan oleh faktor eksternal ataupun internal. Kanker rongga mulut merupakan malignansi di daerah bibir, kavum oral, orofaring, hipofaring, gingiva, lidah, dan seluruh mukosa oral lainnya.
Kanker rongga mulut merupakan suatu masalah yang serius di berbagai negara dan bila digabung antara kanker rongga mulut dan tenggorokan merupakan urutan ke-enam terbanyak dari seluruh kanker yang dilaporkan di dunia. Di Indonesia, angka prevalensi merokok dan mengunyah tembakau mengalami peningkatan hingga 36,3% dari tahun 2007-2013.
Penyebab kanker rongga mulut sampai sekarang belum diketahui dengan pasti, hal ini disebabkan karena penyebab terjadinya kanker adalah multi faktorial dan kompleks. Namun ada beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya kanker rongga mulut yaitu faktor lokal meliputi kebersihan rongga mulut yang jelek, iritasi kronis dari restorasi, karies gigi, faktor luar antara lain merokok, peminum alkohol, menyirih, virus, faktor host meliputi usia, jenis kelamin, nutrisi dan genetik. Risiko terjadinya kanker ini akan lebih meningkat apabila digabung antara faktor-faktor tersebut, misalnya merokok dengan minum alkohol menyirih dengan tembakau.
Umumnya penderita datang berobat sesudah ada keluhan seperti adanya benjolan di leher, nyeri tenggorokan dan sekitar lidah atau pipi dalam dan sariawan yang tak kunjung sembuh. Pada hal bila sudah ada keluhan maka penyakit sudah dalam stadium lanjut akibatnya prognosis dari kanker rongga mulut relatif buruk. Faktor-faktor yang dapat menimbulkan keterlambatan pemeriksaan dan diagnosis ini antara lain kanker pada tahap awal seringkali tidak menimbulkan keluhan (ketidaktahuan penderita) dan seringkali hanya dianggap sariawan biasa yang akan sembuh sendiri, rasa takut berobat dan tidak ada biaya untuk berobat.
Deteksi dini kanker rongga mulut bisa dilakukan dimulai dari diri sendiri dirumah didepan kaca. Periksa Mulut Sendiri (SAMURI) merupakan metode deteksi dini yang bisa dilakukan secara mandiri oleh masyarakat guna mendeteksi kelainan-kelainan yang ada di rongga mulut. Departemen Ilmu Penyakit Mulut FKG Universitas Airlangga saat ini sedang gencar untuk sosialisasi SAMURI kepada masyarakat agar masyarakat lebih aware terhadap kelainan yang mengarah ke suatu keganasan dan dapat diperiksakan lebih dini. Bekerja sama dengan event Surabaya Great Expo di Grand City Mall, kami memberikan informasi dan edukasi mengenai kanker rongga mulut melalui talkshow yang diadakan pada tanggal 25 Agustus 2022. Masyarakat luas perlu mengenal lebih dekat kanker rongga mulut untuk diagnosis lebih dini serta tatalaksana yang tepat untuk meningkatkan survival rate.(AYA/STF)








