Surabaya, fkg.unair-Fluoride merupakan salah satu bahan yang sangat bermanfaat untuk gigi dan tulang. Namun di antara banyak manfaat tersebut, fluoride juga memiliki dampak negatif jika dikonsumsi secara berlebihan. Hal itu pun diungkapkan oleh Prof. Dr. Soegeng Wahluyo, drg., M.Kes., Sp.KGA(K).
Kerusakan Enamel Gigi
Mengutip penelitian Prof. Soegeng dkk (2017) yang berjudul The Influence of Sodium Fluoride on the Growth of Ameloblasts and Kidney Proximal Tubular Cells, menyebut bahwa fluoride membawa potensi pada kerusakan enamel gigi (lapisan keras yang terluar pada gigi, Red). Terlebih adalah untuk fluoride yang ada dalam bentuk garam seperti Natrium Fluorida (NaF).
Penelitian tersebut bekerja dengan memanfaatkan tikus jantan sebagai bahan percobaan. Terdapat dua pembagian kelompok tikus yakni kelompok yang diinduksi NaF dan yang tidak.
“Hasilnya adalah dampak paling umum dari konsumsi fluoride adalah kerusakan dan kematian sel ameloblast. Padahal sel tersebut adalah unsur utama dari enamel gigi. Paparan berlebihan terhadap fluoride berpotensi merusak enamel gigi,” tulis Prof Soegeng dalam penelitiannya tersebut.
Selain itu pada studi sebelumnya, ditemukan bahwa akan terjadi pelepasan kandungan protein dan mineral dalam enamel gigi. Keadaan tersebut terjadi apabila terdapat penyerapan fluoride yang berlebihan selama pertumbuhan gigi.
Munculnya Kerusakan Jaringan
“Kerusakan jaringan yang paling nyata adalah fluorosis. Kondisi tersebut ditandai dengan adanya garis tipis putih pada lapisan enamel gigi,” tutur Prof. Soegeng.
Fluorosis bisa mengakibatkan pula bercak kuning kecokelatan pada gigi. Hal itu tentunya dapat menganggu fungsi estetik gigi. Jika fluorosis terjadi pada anak, maka bisa bersifat jangka panjang hingga mereka dewasa.
Kerusakan-Kerusakan Lain Pada Organ Tubuh
Ketika jumlah fluoride yang dikonsumsi sudah terlalu banyak, maka dampak lebih lanjut adalah pengaruh pada fungsi ginjal. Hasil akhirnya yakni akan terjadi kerusakan pada ginjal.
“Bisa juga terjadi pembengkokan tulang atau skoliosis. Penelitian di China juga menyebut bahwa jika hal itu terjadi pada anak maka berpengaruh pada IQnya. Kemampuan IQ akan menurun karena asupan fluoride yang begitu banyak,” imbuh Prof. Soegeng.
Batas Aman Konsumsi Fluoride
Melihat beberapa efek samping dari fluoride tersebut namun tetap dibutuhkan, World Health Organization (WHO) memberi rekomendasi batas aman konsumsi fluoride. “Batas yang diberikan WHO itu 1,5 ppm atau setara 1,5 miligram dala satu liter. Itu sudah cukup,” terang Prof. Soegeng.
Terkait dengan kandungan fluoride pada pasta gigi, Prof. Soegeng menyebut hal itu sebagai batas yang wajar. Karena pada orang dewasa, pasta gigi yang mereka gunakan hanya sebatas melapisi gigi. Dalam artian bahwa pasta gigi tersebut dibuang kembali melalui berkumur.
“Yang perlu menjadi perhatian itu untuk pasta gigi anak. Tidak perlu menggunakan fluoride. Karena pasta gigi anak zaman sekarang itu sudah banyak mengandung perasa sehingga khawatir tertelan sekaligus dengan fluoridenya,” ungkap Ketua Program Studi Ilmu Kedokteran Gigi Anak tersebut.(gds)









