Surabaya, fkg.unair – Paguyuban Duta FKG UNAIR telah mengumumkan daftar nama para finalis Duta FKG atau yang secara khusus dijuluki Maxilla dan Mandibula (MXMD) 2022. Dari 12 pasang peserta, nama Rayhan Devind Defatra Ulinnuha (2022) dan Wahidah Tsamara Putri Yastuti (2020) terpilih sebagai winner.
Wahidah Tsamara Putri Yastuti merasa sangat bersyukur dan berterimakasih atas prestasi dan amanah yang telah diberikan. Bagi Wahidah, gelar yang ia dapat bukan hanya sekadar titel, tetapi juga tanggung jawab.
Bercerita mengenai perjuangannya mengikuti ajang kali ini, Ia mengaku cukup percaya diri dan yakin dengan potensi dirinya. Meskipun begitu, Wahidah -sapaannya-, harus berlatih public speaking dan banyak sharing dengan teman-temannya yang kebanyakan terjun sebagai duta.
“Karena sudah lama tidak mengikuti ajang seperti ini kemampuan public speaking menurun, sehingga harus berlatih lagi. Saya berlatih dengan teman saya yang kebetulan merupakan Duta Pariwisata Jawa Timur. Jadi insight dan masukan buat berkembang itu banyak dan mudah banget,” ujar mahasiswa yang kerap disapa Wahidah itu.
Menurut Wahidah, seorang duta adalah representatif yang dipandang orang. Dia sadar bahwa akan ada sangat banyak penilaian orang yang kadang tidak sesuai dengan harapan dirinya. Hal itu justru menjadi tantangan dan motivasi bagi Wahidah agar tidak berpuas diri, sehingga bisa terus mencetak prestasi.
“Aku ingin mengajak seluruh civitas FKG mewujudkan “Fakultas Elit, Prestasi Melejit”. Selain itu yang terpenting ialah kita semua tetap bagian dari MXMD. Yang menjadi tolak ukur keberhasilan MXMD 2022 adalah kontribusi dan kerja nyata seluruh anggota paguyuban,” ujarnya.
Sementara itu, Rayhan Devind Defatra Ulinnuha juga merasa senang dan bangga atas prestasi yang ia raih tersebut. Mahasiswa kelahiran Malang, 15 Desember 2002 itu sungguh tidak menyangka bisa meraih prestasi tersebut.
Meski masih sangat muda, Devin -sapaannya- sangat aktif mengikuti berbagai kegiatan. Mulai dari organisasi, kepanitiaan, bahkan MC, hingga OSN. Namun, pada 2020 Devin sempat dua kali menyerah untuk hidup. Pada titik terendah dalam hidupnya tersebut, ia akhirnya terpaksa merampungkan SMA selama empat tahun.
Namun kini ia bangkit Kembali. Devin mengaku mengikuti Ajang MXMD 2022 adalah cara dia mengembangkan potensi diri, meningkatkan soft skill, memperluas zona nyaman, membanggakan orang tua, menambah relasi, dan merupakan cara dia untuk berterimakasih kepada FKG UNAIR yang telah menerimanya.
“Perjuangan saya selama seleksi terasa cukup ringan karena dukungan dari keluarga, kakak-kakak, dan teman-teman FKG UNAIR serta teman-teman komunitas saya di Bojonegoro. Prestasi ini tidak akan bisa saya raih jika bukan karena mereka semua,” ujar Alumnus SMA N 1 Bojonegoro itu.
Sebagai informasi, Wahidah dan Devin, keduanya sama-sama pernah mengikuti ajang serupa. Wahidah telah lebih dulu menyelami dunia pageant sejak 2017. Bermula dari pemenang Duta di SMA-nya, hingga menjadi Runner Up 2 Duta Anti Narkoba Kabupaten Malang 2019. Sedangkan Devin pernah mengikuti seleksi Duta Pariwisata Kabupaten Bojonegoro 2018.
Selain Devin dan Wahidah, sejumlah nama yang dinobatkan sebagai finalis MXMD di antaranya yakni Nicholas Ray (2022), Samuel King (2022), Athallah Reyhan (2022), Raffaele Raditya (2021), dan R. Veryanto (2020). Ada pula Prasherly Anura (2021), Tsabitha Azzahra (2020), Aurelia goenharto (2022), Nathania Ella (2022), dan Rifdah hanifah (2022). (*) (err)








