Penggunaan amalgam dental sebagai bahan restorasi telah menurun drastis dalam beberapa dekade terakhir, terutama karena meningkatnya kekhawatiran global terhadap kandungan merkuri (Hg) di dalamnya. Meskipun amalgam dikenal memiliki kekuatan mekanis yang sangat baik dan tahan lama, merkuri merupakan logam berat yang berpotensi menimbulkan risiko kesehatan dan mencemari lingkungan. Berdasarkan kesepakatan internasional dalam Konvensi Minamata tentang Merkuri, berbagai negara telah berkomitmen untuk melakukan phase-down atau pengurangan penggunaan amalgam guna meminimalisir pelepasan uap merkuri ke ekosistem selama proses pembuangan limbah medis dan kremasi.
Selain faktor lingkungan, pergeseran preferensi pasien terhadap aspek estetika menjadi pendorong utama ditinggalkannya amalgam. Berbeda dengan amalgam yang berwarna perak kehitaman dan tidak menyatu dengan warna asli gigi, material modern seperti resin komposit dan keramik menawarkan hasil yang jauh lebih natural. Kemajuan teknologi adhesif (bonding) juga memungkinkan dokter gigi untuk melakukan prosedur yang lebih konservatif; resin komposit dapat berikatan langsung dengan struktur gigi, sehingga dokter tidak perlu membuang banyak jaringan gigi sehat hanya untuk menciptakan retensi mekanis seperti yang diperlukan pada restorasi amalgam.
Secara klinis, karakteristik termal amalgam juga menjadi pertimbangan teknis bagi para praktisi. Amalgam memiliki koefisien ekspansi termal yang berbeda dengan struktur gigi, yang dalam jangka panjang dapat memicu terjadinya fraktur atau retakan pada sisa dinding gigi akibat tekanan mikro-ekspansi yang terus-menerus. Sebaliknya, material restorasi terbaru memiliki sifat fisik yang lebih mendekati struktur gigi asli dan mampu mendistribusikan beban kunyah dengan lebih merata. Kombinasi antara regulasi keamanan lingkungan, tuntutan estetika pasien, dan keunggulan teknologi material adhesif inilah yang membuat amalgam kini dianggap sebagai teknologi masa lalu.
Referensi Ilmiah
-
Mackey, T. K., et al. (2014). “The Minamata Convention on Mercury: Attempting to Address the Global Mercury Crisis.” Global Health.
-
Lynch, C. D., et al. (2011). “The transition from amalgam to composite: molar restoration patterns in UK general dental practice.” British Dental Journal.
-
Echeverria, D., et al. (1998). “Neurobehavioral effects from exposure to dental amalgam Hg(o): new distinctions between recent exposure and Hg body burden.” FASEB Journal.
-
Demarco, F. F., et al. (2012). “Anterior composite restorations in clinical practice: findings from a survey with general dental practitioners.” Journal of Applied Oral Science.








