SURABAYA – Rangkaian STOVIT Summer Course X Prosthodontic Summer Camp (SSC X PSC) 2026 memasuki hari kedua dengan kegiatan akademik yang semakin interaktif. Sebanyak 57 mahasiswa kedokteran gigi dari 13 negara mengikuti lecture bertajuk “Odontectomy” yang disampaikan oleh Andra Rizqiawan, drg., Ph.D., Sp.B.M.M., Subsp.T.M.T.M.J. (K)., FICS yang merupakan dosen departemen bedah mulut dan maksilofasial FKG UNAIR sekaligus Wakil Dekan III.
Tidak hanya mendapatkan pembekalan teori, para peserta juga berkesempatan langsung mempraktikkan teknik odontectomy melalui sesi hands-on menggunakan model gigi. Perpaduan lecture dan praktik ini membuat pembelajaran berlangsung lebih interaktif sekaligus memberikan pengalaman klinis yang lebih konkret bagi para mahasiswa asing.
Mengenal Odontectomy Sesuai Kompetensi Dokter Gigi Umum
Dalam sesi lecture, drg. Andra Rizqiawan memperkenalkan konsep odontectomy dengan pendekatan yang disesuaikan dengan kompetensi dokter gigi umum. Peserta diajak memahami bahwa pemilihan tindakan odontectomy perlu didasarkan pada diagnosis, indikasi, kondisi gigi dan jaringan sekitarnya, serta tingkat kompleksitas kasus.
Materi tidak hanya membahas bagaimana suatu tindakan dilakukan, tetapi juga menekankan pentingnya clinical assessment, perencanaan tindakan, pemilihan teknik, serta pertimbangan keamanan pasien sebelum melakukan prosedur.
Pendekatan tersebut memberikan perspektif kepada peserta bahwa keterampilan klinis seorang dokter gigi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan melakukan prosedur, tetapi juga oleh kemampuan untuk menentukan kasus yang sesuai dengan kompetensi, mengenali tingkat kesulitan, serta mengetahui kapan suatu kasus memerlukan rujukan kepada dokter gigi spesialis.
Dari Lecture Langsung ke Hands-on
Suasana pembelajaran semakin menarik ketika peserta diajak berpindah dari teori menuju praktik. Menggunakan model gigi sebagai media simulasi, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk mencoba secara langsung tahapan dan metode odontectomy yang telah diperkenalkan dalam sesi lecture.
Hands-on ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk memahami konsep yang sebelumnya disampaikan secara teoritis melalui pengalaman praktis. Dengan model simulasi, mahasiswa dapat mengeksplorasi teknik dan memahami prinsip dasar tindakan dalam lingkungan pembelajaran yang aman dan terkontrol.
Interaksi selama hands-on juga berlangsung aktif. Para peserta tampak antusias mengikuti instruksi, berdiskusi, dan mencoba teknik yang diperkenalkan. Pendekatan pembelajaran seperti ini memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan pembelajaran berbasis lecture semata.
Membawa Pengalaman Klinis Indonesia ke Mahasiswa Internasional
Kegiatan hari kedua SSC X PSC 2026 menjadi salah satu bentuk international academic exposure yang mempertemukan mahasiswa kedokteran gigi dari berbagai negara dengan metode pembelajaran yang diterapkan di lingkungan pendidikan kedokteran gigi Universitas Airlangga.
Melalui materi odontectomy, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai prosedur klinis, tetapi juga diperkenalkan pada bagaimana seorang dokter gigi umum melakukan case selection dan clinical decision making sesuai batas kompetensinya.
Bagi para mahasiswa asing, pengalaman ini menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung pendekatan pendidikan kedokteran gigi di Indonesia, sekaligus membandingkannya dengan sistem pendidikan dan praktik klinis yang mereka kenal di negara masing-masing.
Kehadiran 57 mahasiswa dari 13 negara juga menciptakan suasana pembelajaran yang multikultural. Pertukaran pengalaman dan diskusi antarmahasiswa menjadi bagian penting dari perjalanan SSC X PSC 2026 dalam membangun jejaring akademik internasional.
Belajar, Mempraktikkan, dan Berkolaborasi
Hari kedua STOVIT Summer Course X Prosthodontic Summer Camp 2026 memperlihatkan bahwa pembelajaran internasional dapat dikemas secara aktif, praktis, dan menyenangkan. Lecture mengenai odontectomy yang dilanjutkan dengan hands-on memberikan kesempatan kepada peserta untuk menghubungkan pengetahuan dengan keterampilan melalui simulasi klinis.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, SSC X PSC 2026 tidak hanya memperkenalkan ilmu kedokteran gigi, tetapi juga menghadirkan pengalaman belajar yang mendorong peserta untuk recognize, understand, practice, and collaborate dalam lingkungan akademik internasional.
Rangkaian kegiatan SSC X PSC 2026 selanjutnya akan terus menghadirkan berbagai aktivitas akademik dan pengalaman lintas budaya bagi 57 peserta dari 13 negara, menjadikan satu pekan program ini sebagai ruang bertemunya ilmu, keterampilan, budaya, dan jejaring global.









