SURABAYA – Rangkaian hari kedua penyelenggaraan pertemuan ilmiah bertaraf internasional, The 8th Joint Scientific Meeting in Dentistry (JSMID 8), yang diinisiasi oleh Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga (UNAIR) terus berlanjut dengan menghadirkan diskursus klinis yang mendalam. Agenda akademik yang berlangsung pada 25 hingga 26 September 2026 di Wyndham Hotel Surabaya ini dihadiri oleh sivitas akademika FKG UNAIR, delegasi institusi kedokteran gigi dari seluruh Indonesia, serta perwakilan perguruan tinggi mancanegara yang meliputi Otago University, University of Sydney, Mahsa University, Universiti Malaya, dan Hiroshima University.
Memasuki hari kedua pelaksanaan simposium yang dipusatkan di Rama Ballroom, forum ini menghadirkan kepakaran dari delegasi Otago University, Dr. Noren Nor Binti Hasmun, DDS., DClinDent., Ph.D. Pada sesi lecture tersebut, beliau mempresentasikan materi komprehensif yang mengusung tajuk “Molar Incisor Hypomineralization Matters: Aesthetics, Anomalies, and Oral Health Outcomes”.
Pemaparan ilmiah ini secara khusus menyoroti signifikansi klinis dari Molar Incisor Hypomineralization (MIH) atau kondisi hipomineralisasi pada struktur gigi geraham dan seri. Pembahasan dieksplorasi secara terstruktur, berfokus pada implikasi kelainan tersebut terhadap aspek estetika dentofasial, prevalensi anomali jaringan keras gigi, serta dampaknya secara menyeluruh terhadap manifestasi klinis dan kualitas kesehatan rongga mulut pasien.
Kehadiran pakar mancanegara dalam membedah anomali klinis yang spesifik ini merupakan wujud nyata dari upaya institusi dalam memfasilitasi edukasi berkelanjutan dan pertukaran keilmuan berbasis bukti (evidence-based dentistry). Melalui penyelenggaraan simposium internasional JSMID 8, FKG UNAIR terus mengukuhkan komitmennya sebagai “Kampus Berdampak” yang konsisten meningkatkan standar kompetensi klinis praktisi kesehatan gigi demi menjawab tantangan medis di skala global.










